Selasa, 03 Januari 2012

KANGAROO MOTHER CARE (Sebuah Panduan Melakukan Perawatan Metode Kanguru)


Kangaroomother.jpgDiposting oleh: Giyawati Yulilania Okinarum (201110104254), D4 Aanvullen STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
 video di atas adalah tutorial singkat cara melakukan kangaroo mother care. check that video out :) !

DEFINISI PERAWATAN METODE KANGURU PADA BBLR
                            Perawatan pada bayi dengan berat lahir rendah guna mendukung kesehatan dan keselamatan, dengan cara melakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi, secara berkelanjutan, terus menerus, dan dilakukan sejak dini (http://rscm.co.id/facilities).
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDASARI DILAKSANAKANNYA PERAWATAN METODE KANGURU
1)      BBLR ≤ 2500 gr
Bayi berat lahir rendah merupakan permasalahan utama yang sering dijumpai dalam area maternal-neonatal. Penanganan bayi berat lahir rendah sangat kompleks dan memerlukan infrastruktur yang memadai dan staf yang ahli, dan bila hal tersebut tidak tercukupi maka risiko morbiditas dan mortalitas akan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka diciptakanlah perawatan metode kanguru untuk BBLR.
2)      Tidak tersedianya fasilitas inkubator yang memadai
Tidak semua rumah sakit, khususnya di negara berkembang, memiliki fasilitas inkubator yang memadai. Maka, untuk mengatasi hal ini dilakukan perawatan metode kanguru.
Pada saat bayi sudah dapat dirawat di rumah, maka hanya ada ibu atau ayah yang dapat melakukan perawatan metode kanguru bagi bayinya.
3)      Keinginan ibu untuk memperbaiki emosi dengan bayinya
Ibu merasa lebih tenang dan nyaman bila berada dekat dengan bayinya daripada terpisah. Hal ini mendorong dilaksanakannya perawatan metode kanguru, guna memperbaiki keadaan emosi ibu pasca melahirkan.
4)      Keinginan ibu untuk mempercepat masa rawat bayinya di rumah sakit
Pelaksanaan metode ini yang secara kontinyu dapat memperbaiki kondisi bayi dan ibu. Hal ini dapat terjadi seiring bertambahnya berat badan bayi, stabilnya suhu tubuh, serta banyaknya produksi ASI. Berbagai alasan tersebut dapat mengurangi hari rawat bayi di rumah sakit.
5)      Keinginan orang tua bayi untuk menghemat biaya perawatan
Berkurangnya hari rawat di rumah sakit karena pelaksanaan metode ini maka akan menghemat biaya perawatan sehingga tidak membebani orang tua bayi (Suradi, 2000).
               
SYARAT-SYARAT DILAKUKANNYA PERAWATAN METODE KANGURU
1)   Bayi dengan berat badan ≤ 2500 g
BBLR dengan berat di bawah 2500 gram, memerlukan berbagai fasilitas yang memadai dan para ahli untuk membantu menunjang kehidupannya, salah satunta adalah dengan adanya perawatan metode kanguru.
2)   Sudah bernafas spontan.
BBLR yang sudah dapat bernafas spontan tanpa bantuan infus dan tambahan oksigen di ruang perinatal resiko tinggi, dapat menggunakan perawatan metode ini.
3)   Tidak memiliki masalah kesehatan serius
Ibu dengan HIV/AIDS jelas tidak boleh memberi ASI pada bayinya, karena secara langsung akan menularkan penyakit ini. Karena perawatan metode kanguru tidak lepas dari pemberian ASI pada bayi, maka sebaiknya ibu yang memiliki masalah kesehatan serius ini tidak melakukan metode ini.
4)   Tidak ada kelainan atau penyakit yang menyertai
Bayi yang memiliki kelainan seperti Atresia bilier jelas tidak dapat dilakukan perawatan ini, karena perlunya intervensi dengan menggunakan perawatan di dalam inkubator.
5)   Refleks dan kordinasi isap dan menelan yang baik
Bayi yang mengalami labioskizis dan atau labiopalatoskizis jelas tidak memiliki refleks dan koordinasi isap serta menelan yang baik. Oleh karena BBLR yang mengalami hal ini tidak dapat menyusui dengan baik, maka bayi dengan masalah kesehatan serius ini tidak dapat melakukan perawatan metode kanguru.
6)   Perkembangan selama di inkubator baik
Setiap BBLR pada awalnya mendapatkan perawatan di inkubator sebelum akhirnya akan dilakukan perawatan metode kanguru, dalam hal ini perlu pengamatan secara kontinyu saat BBLR berada di dalam inkubator, agar dapat menilai seberapa jauh perkembangan BBLR di dalam inkubator. Semakin baik kondisi bayi, maka semakin mudah pula mengambil langkah perawatan selanjutnya, yaitu perawatan metode kanguru.
7)   Minat, kesiapan dan keikutsertaan orang tua, sangat mendukung dalam keberhasilan.
Orang tua dalam hal ini ayah dan ibu sangat berperan penting dalam kesuksesan metode ini. Kerjasama antara keduanya dalam memberikan perawatan metode kanguru sangatlah penting (Perinasia, 2003).
              
WAKTU DILAKUKAN PERAWATAN METODE KANGURU
Perawatan metode kanguru idealnya dilakukan 24 jam sehari, tetapi pada permulaan dapat dilakukan bertahap dari minimal 60-120 menit, kemudian ditingkatkan terus menerus siang dan malam.
Dengan adanya perawatan metode kanguru tidak berarti semua bayi prematur boleh keluar dari inkubator. Perawatan metode kanguru intermitten (jangka pendek) boleh dimulai pada bayi dalam proses penyembuhan yang masih memerlukan infus atau sedikit tambahan oksigen. Namun, perawatan metode kanguru continue (terus menerus) baru dapat dilakukan jika bayi dalam keadaan stabil, bernapas alami tanpa bantuan oksigen.
Metode ini dihentikan penggunaannya apabila bayi sudah tidak menghendaki lagi biasanya pada saat umur kehamilannya sekitar 37 minggu atau berat badannya 2500 gram. Pada usia tersebut bayi mulai gelisah, rewel kalau diletakkan pada posisi kanguru (Perinasia, 2003).
              
 LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN METODE KANGURU PADA BBLR
1)   Cuci tangan, keringkan dan gunakan gel hand scrub.
2)   Ukur suhu bayi dengan termometer.
3)   Pakaikan baju kanguru pada ibu.
4)   Bayi dimasukkan dalam posisi kanguru, menggunakan topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu.
5)   Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak sedikit mendongak.
6)   Dapat pula ibu memakai baju dengan ukuran besar, dan bayi diletakkan di antara payudara ibu, dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke dada ibu.
7)   Posisi bayi diamankan dengan kain panjang atau pengikat lainnya. Kepala bayi dipalingkan ke sisi kanan atau kiri dan dengan posisi sedikit ekstensi. Ujung pengikat berada tepat di bawah kuping bayi. Posisi kepala bayi yang seperti itu bertujuan untuk menjaga saluran nafas tetap terbuka dan memberi peluang agar terjadi kontak mata antara ibu dan bayi. Hindari posisi bayi merunduk ke depan, dan sangat tengadah. Pangkal paha bayi harus dalam posisi fleksi dan ekstensi seperti dalam posoisi ”kodok”, tangan harus dalam posisi fleksi.
8)   Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak tergelincir. Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di sekitar epigastrium ibu. Dengan cara ini bayi dapat melakukan pernafasan perut. Nafas ibu akan merangsang bayi.
9)   Setelah posisi bayi baik, baju kanguru diikat untuk menyangga bayi. Selanjutnya ibu bayi dapat beraktifitas seperti biasa sambil membawa bayinya dalam posisi tegak lurus di dada ibu (skin to skin contact) seperti kanguru.
6)   Meningkatkan pertumbuhan
    Umumnya berat bayi naik 30 gram/hari, dengan perawatan metode kangguru bisa naik sampai 50 gram/hari. Karena makanan yang masuk tidak dipakai untuk menghangatkan tubuhnya dan bisa dipakai untuk menaikkan berat badan.
7)   Menstabilkan denyut jantung dan pernapasan
       Bayi prematur sering berhenti bernafas karena otaknya belum matang, dengan perawatan metode kanguru ini ia terstimulasi terus untuk bernapas karena mendengar napas ibunya. Begitu juga dengan denyut jantung.
8)   Metode yang murah-aman-mudah
       Adanya efisiensi anggaran, maka biaya dapat lebih dihemat misalnya untuk keperluan listrik, bensin, perbaikan alat kesehatan dan biaya untuk petugas karena sebagian besar fungsinya diambil alih oleh ibu.
9)   Memperbaiki keadaan emosi ibu-bayi
        Ibu merasa lebih tenang bila berada dekat dengan bayinya dibandingkan apabila terpisah, sehingga lebih banyak yang memilih metode ini daripada metode konvensional.
10)                                          Meningkatkan produksi ASI
Dengan kontak emosional yang erat antara ibu dan bayi pada perawatan metode kanguru, produksi ASI meningkat karena adanya refleks Let Down oleh hormon oksitosin dalam tubuh ibu. Bayi pun tidak perlu repot dikeluar masukkan dari inkubator untuk bisa mendapat ASI.
11)                                          Menurunkan resiko terinfeksi selama perawatan di rumah sakit
Flora normal kulit ibu tentu lebih aman daripada kuman resisten antibiotik di ruang rawat rumah sakit.
12)            Mempersingkat masa rawat
       Peningkatan berat badan yang relatif cepat serta perubahan suhu tubuh bayi yang tergolong baik, akan mempercepat masa rawat bayi di rumah sakit.
13)            Mengurangi stres pada ibu – bayi
            Bayi yang diberikan perawatan metode kanguru , kadar kortisol (hormon stress) nya lebih rendah dibanding bayi yang diletakkan di inkubator. Karena di inkubator ia hanya sendiri sedangkan dengan perawatan metode kangguru ia nyaman bersama ibunya seperti waktu dalam kandungan.
14)            Mengurangi lama menangis pada bayi
Bayi yang berada di dekapan ibu akan lebih merasa nyaman, daripada berada di dalam inkubator. Hal ini akan menyebabkan bayi tenang dan tidak menangis terlalu lama.
15)   Menstabilkan saturasi oksigen
         Kadar saturasi oksigen dilaporkan meningkat 2% hingga 3% saat sesi perawatan metode kanguru dibandingkan dengan saat berada dalam inkubator, dan peningkatan ini bermakna secara statistik setelah melalui meta analisis. Saat transfer dari inkubator ke sesi perawatan metode kanguru, saturasi oksigen mengalami penurunan tetapi dapat mencapai kestabilan hingga batas normal dalam 3 menit onset perawaran metode kanguru. Oleh sebab itu, berdasarkan evidence based level A, perubahan saturasi oksigen selama perawatan metode kanguru dilaporkan minimal dan nilainya tetap berada dalam batas klinis yang dapat diterima.
16)   Menstabilkan suhu tubuh
             Suhu tubuh ibu dapat naik dan turun dengan sendirinya sesuai kebutuhan bayi (maternal neonatal thermal synchrony), tanpa pengaturan manual seperti halnya dengan penggunaan inkubator (Perinasia, 2003).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar